Cahya mentari bagaikan api di setiap darah yang mengalir
Hingga dengan mudahnya bintik-bintik air asam keluar dalam ragaku
Lorong tenggorokan terasa amat kering bagaikan timpas
Gumpalan air merayu-rayu amarah dan hawa nafsu
Seakan-akan surga dekat di depan mata
Bersabar dari waktu ke waktu
Berharap agar semua cahaya bisa menolongku
Menuntaskan tugas Illahi ini
Terkadang terkilat ingin segera berbuka puasa
Namun aku tahu
Tiada kebahagiaan terindah
Selain berbuka dikala bola api tenggelam nanti
Tatkala Waktu yang dinantikan tiba
Tatkala adzan berhembus dalam karunia
Pastinya akan hadir
Manisnya sebuah senyuman
Dan Pastinya berjuta bintang didalam hati akan kembali berkedip
Bagaikan kunang-kunang dibawah rembulan purnama
0 komentar:
Posting Komentar