Pages

Jumat, 31 Agustus 2012

Berbuka Puasa

Cahya mentari bagaikan api di setiap darah yang mengalir

Hingga dengan mudahnya bintik-bintik air asam keluar dalam ragaku

Lorong tenggorokan terasa amat kering bagaikan timpas

Gumpalan air merayu-rayu amarah dan hawa nafsu

Seakan-akan surga dekat di depan mata

Bersabar dari waktu ke waktu

Berharap agar semua cahaya bisa menolongku

Menuntaskan tugas Illahi ini

Terkadang terkilat ingin segera berbuka puasa

Namun aku tahu

Tiada kebahagiaan terindah

Selain berbuka dikala bola api tenggelam nanti

Tatkala Waktu yang dinantikan tiba

Tatkala adzan berhembus dalam karunia

Pastinya akan hadir

Manisnya sebuah senyuman

Dan Pastinya berjuta bintang didalam hati akan kembali berkedip

Bagaikan kunang-kunang dibawah rembulan purnama

0 komentar:

Posting Komentar